h1

Mesin Tetas Telur Dengan Rak Putar

January 9, 2012

 

MESIN PENETAS TELUR UNGGAS 

Menetaskan Telur Menjadi

 Lebih Cepat & Mudah

Mesin Tetas Telur adalah salah satu terobosan Baru didunia bisnis peternakan unggas. Mesin ini berfungsiuntuk menetaskan telur unggas dengan proses yang cepat dan mudah. Dengan teknologi sederhana dan biaya operasional yang minim, Anda dapat mengembangkan usaha ternak unggas dengan cepat dan menguntunkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tersedia Mulai Kapasitas 30 – 1000 Butir

Spesifikasi & Keunggulan Type C30:
  • Kapasitas: maks 42 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 30 x 30 x 32 cm
  • Kode produk: C30
  • Berat Pengiriman: 7 kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 10 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas telur ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 210.000,-
Spesifikasi & KeunggulanType C50
  • Kapasitas: maks 60 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 40 x 30 x 32 cm
  • Kode produk: C50
  • Berat Pengiriman: 9 kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 10 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas telur ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 240.000,-
 Spesifikasi & Keunggulan Type C75:
  • Kapasitas: maks 84 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 50 x 30 x 32 cm
  • Kode produk: C75
  • Berat Pengiriman: 10kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 20 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas telur ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 260.000,-
Spesifikasi & Keunggulan Type C100:
  • Kapasitas: maks 102 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 60 x 30 x 32 cm
  • Kode produk: C100
  • Berat Pengiriman: 16 kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 40 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 290.000,-
 Spesifikasi & Keunggulan Type C200:
  • Kapasitas: maks 204 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 90 x 30 x 32 cm
  • Kode produk: C200
  • Berat Pengiriman: 39 kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 40 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Pemanas darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 415.000,-
Spesifikasi & Keunggulan Type C500:
  • Kapasitas: maks 560 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 60 x 60 x 120 cm
  • Kode produk: C500
  • Berat Pengiriman: 80 kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 250 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : pemanas elemen
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Pengaturan sirkulasi udara dengan fan (kipas)
  • Mudah dipindah karena dilengkapi dengan roda pada bawah mesin
  • Panel kontrol untuk pengaturan suhu, sirkulasi udara dan kelembaban.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Jika sewaktu-waktu listrik padam, Anda bisa menggunakan lampu minyak tanah / lilin
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga2.300.000,-
Spesifikasi & Keunggulan Type C1000 :
  • Kapasitas : maks 1080 butir (telur ayam kampung posisi berdiri)
  • Ukuran : 100 x 60 x 120 cm
  • Kode produk: C1000
  • Berat Pengiriman: 160kg
  • Hemat Energi: Daya listrik sekitar 250 watt 220V
  • Bahan multipteks dan MDF (Medium density fiberboard)
  • Pemanas : pemanas elemen
  • Tingkat keberhasilan tinggi: Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 % DI JAMIN !!!.
  • Pengaturan sirkulasi udara dengan fan (kipas)
  • Mudah dipindah karena dilengkapi dengan roda pada bawah mesin
  • Panel kontrol untuk pengaturan suhu, sirkulasi udara dan kelembaban.
  • Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Ada pemanas darurat. Jika sewaktu-waktu listrik padam, Anda bisa menggunakan lampu minyak tanah / lilin
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam, puyuh, burung dara, perkutut, walet dan lain-lain. (untuk ukuran telur burung, rak dapat dipesan khusus).
  • Kontrol suhu otomatis: menggunakan thermostat, Thermostat menggunakan rangka fiber, penyetelan dilakukan dari lubang ventilasi dan fluktuasi suhu sekitar 1,5o C sehingga aman digunakan, lebih akurat dan praktis.
  • Ada Manual book: (Buku petunjuk pemakaian)
  • Harga: 3.300.000,-
h1

Faktor Penyebab Kegagalan Penetasan Telur

January 9, 2012

 

Telur jernih dan infertil
Analisa kegagalan :
1. telur tidak terbuahi karena rasio jantan dan betina tidak tepat
2. ransum induk kurang memenuhi syarat
3. pejantan terlalu tua
4. perkawinan preferensial
5. pejantan yang steril
6. embrio mati terlalu awal akibat penyimpanan yang terlalu lama

Blood rings (kematian awal dari embrio)
Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. fumigasi tidak benar
3. kekurangan oksigen
4. pemutaran telur kurang banyak atau telur tidak diputar
5. penyimpanan telur terlau lama

Kematian tetasan dalam shell
Analisa kegagalan :
1. suhu incubator tidak tepat
2. telur tidak dibalik
3. ransum induk tidak memenuhi syarat
4. ventilasi tidak cukup
5. kemungkinan ada penyakit

Telur telah mulai retak (pipping) tapi tidak mau menetas
Analisa kegagalan :
1. kelembaban kurang
2. kelembaban terlalu tinggi pada tahap awal penetasan
3. ransum induk tidak memenuhi syarat

Menetas terlalu cepat/lambat dan menempel
Analisa kegagalan :
1. suhu yang terlalu tinggi atau rendah dan kelembaban yang tidak tepat

Hasil tetasan lemah
Analisa kegagalan :
1. suhu terlalu tinggi
2. bibit kurang bagus

Hasil tetasan kecil-kecil
Analisa kegagalan :
1. telur tetas juga kecil-kecil
2. kelembaban kurang

Hasil tetasan yang tidak menentu
Analisa kegagalan :
1. umur telur yang terlalu bervariasi

Bentuk yang tidak normal (malformed)
Analisa kegagalan :
1. suhu tidak tepat
2. pengaturan telur serta pembalikan telur tidak tepat

Analisa kerusakan mesin penetas otomatis

Lampu tidak menyala
Analisa kegagalan :
1. hubungan kabel pada steker, terminal atau micro switch
2. micro switch rusak

Mesin mati di tengah-tengah waktu penetasan berlangsung
Analisa kegagalan :
1. micro switch rusak atau terbakar

Lampu menyala terus, tidak mau padam
1. micro switch rusak
2. kapsul thermostat rusak atau bocor

h1

Faktor Utama Dalam Menetaskan Telur

January 9, 2012

 

Mesin penetas merupakan alat buatan manusia sebagai duplikat induk buatan. Cara kerja mesin ini sama persis tingkah laku induk betina selama mengerami telurnya. Akan tetapi alat ini mempunyai kelebihan yaitu mampu menetaskan telur dalam jumlah banyak pada saat dan waktu yang bersamaan. Akan tetapi ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus selama proses penetasan berlangsung, diantaranya :More...

1. Sumber panas

Sumber panas dalam mesin harus terbebas dari gangguan selama proses berjalan. Apabila mesin penetas masih menggunakan sumber panas dari minyak tanah maka perlu diusahakan pengontrolan minyak tanah dan nyala apinya. Apabila sudah menggunakan listrik sebagai sumber panas maka perlu cadangan energi seperti diesel, generator atau jen set.

2. Air

Air sangat dibutuhkan mesin penetas untuk mengatur kelembapan dalam ruang. Tanpa air, kemungkinan kegagalan menjadi lebih besar. Air memang berhubungan erat dengan daya tetas telur. Oleh karena itu pada saat memasuki periode kritis, air harus selalu tersedia secara maksimal. Karena pada saat periode kritis ruangan sudah tidak di buka lagi sehingga air perlu dipersiapkan ketika akan memasuki periode kritis.

3. Operator

Operator adalah orang atau petugas yang melaksanakan atau melayani tugas selama proses penetasan berlangsung. Operator haruslah orang yang terampil, telaten, dan sabar. Seorang operator perlu untuk membuat catatan-catatan selama proses penetasan berlangsung. Hal ini berguna untuk perbandingan setiap dilakukan penetasan dan sebagai bahan perbandingan pada pelaksanaan penetasan selanjutnya. Beberapa hal yang harus dikerjakan selama proses penetasan berlangsung antara lain : pengaturan suhu, pengaturan kelembaban, pengaturan ventilasi, pemutaran telur, peneropongan telur, dan pengamatan periode kritis.

h1

Cara Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas Telur

January 9, 2012

 

Persiapan telur

  • Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik
  • Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang
  • Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis

Persiapan mesin tetas

  • Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli
  • Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
  • Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
  • Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah)

Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya.  Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :

Hari ke-1

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
  • Ventilasi ditutup rapat
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-2

  • Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-3

  • Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
  • Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar bayangan telur nampak lebih jelas.
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4

  • Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-5

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ½ bagian
  • Kontrol suhu (38°C)

Hari ke-6

  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-7

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
  • Ventilasi dibuka seluruhnya

Hari ke-8 sampai ke-13

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-14

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas

Hari ke 15 sampai ke-20

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-21

  • Pembalikan telur harian
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-22 sampai ke-25

  • Pembalikan telur harian
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-26 sampai ke-27

  • Pembalikan telur dihentikan
  • Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus)
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari

Hari ke-28

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar
  • Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29
  • Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

Catatan tambahan : hendaklah melakukan pendinginan telur minimal 2 kali sehari karena kalau melihat prilaku unggas yang mengerami telurnya maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya dan kalau diperhatikan hal tersebut kadang dilakukan setiap hari.

h1

Mesin Tetas Telur Import

January 9, 2012

 

 

  

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.